Alasan-Alasan Buat Jadi Entrepreneur

Saat ini mungkin banyak masyarakat khususnya anak muda yang bingung mau kemana setelah menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana S1, apakah harus melanjutkan pendidikan S2 atau bekerja? Tetapi ada juga pilihan jalur alternatif yang sedikit demi sedikit mulai dapat perhatian, yaitu membuka usaha sendiri.
soulofjakarta.com

Sudah banyak sekali masyarakat khususnya anak-anak muda kini mencoba peruntungannya dan berusaha bertahan hidup dari membangun suatu perusahaan dengan berbagai bidangnya masing-masing. Dengan berbagai alasan pula mereka akhirnya memilih berjuang secara mandiri hingga akhirnya dapat menghidupi diri sendiri, lewat perjuangan bersama usaha yang digelutinya. Lalu, apa saja alasan mengapa entrepreneurship menjadi jalur alternatif yang layak dijalankan?

“Malas Berdasi”

Terdengar agak “nyeleneh” memang tapi untuk sebagian dan mungkin banyak orang yang ingin mengakui, bahwa efek berdasi dan berdandan ala kantoran itu sungguhlah membosankan. Sebenarnya pun “Malas berdasi” di sini bukan secara harfiah malas berdasi, tapi malas berdandan yang diatur regulasi.

http://venturebeat.com/

Karena kadang dandanan orang kantoran itu kan terlihat tidak fleksibel, kurang pop, atau terlalu banyak aturan tentang bagaimana berdandan dihari-hari tertentu. Kan, lo pasti pengen juga dong kaosan doang di hari Selasa karena mungkin hari Selasa lagi gerah atau karena kaos itu yang paling atas di lemari, atau mungkin lo pengen juga pakai pakaian yang emang “lo banget” atau lo pengen juga dong enggak pakai sepatu terus buat kerja, pengen juga pakai sendal dan biarkan sikil feel the breeze, model-modelnya mungkin kayak Almarhum Bob Sadino gitulah.

inclovermag.com

Liat tuh, dandanannya, jauh banget kan dari kesan “orang kantoran”? Tapi kalo diliat emang asyik juga sih dandanan kerja kayak Om Bob yah hehehe

“Enggak Suka Disuruh-suruh Bos”

Ini mungkin bisa jadi alasan penting buat lo untuk menjadi entrepreneur. Enggak suka disuruh bukan berarti males tapi kadang suruhannya itu enggak pas sama job description atau skill yang lo punya dan semua yang lo rasa udah lo lakuin secara bener, eh, ternyata salah karena yang bener adalah dengan harus ngikutin caranya si bos, padahal kalau bahas result mungkin sama aja atau mungkin cara lo bisa lebih efisien, but what do you know? The Boss is always right, right? hehehe. Tapi tenang, saat lo jadi entrepreneur berarti lo yang jadi bosnya kan, entah dengan atau tanpa anak buah tapi intinya lo bos untuk usaha lo, so you’ll always right!

giphy.com

Capek disuruh-suruhnya tuh bukan capek di fisik, tapi lebih ke capek hati. Jadi ada beban pikiran selain kerjaan, yaitu bagaimana membuktikan kalau “my way is way more efficient loh, Bos!” atau pikiran kayak “Really? you want me to do this? I know i can do better than doing this, this’s not even on my job desc” dan itu kalau dibiarin dipendam di dalam dada lama-lama kan nyesek juga, ya enggak sih?

giphy.com

“Pergi Pagi, Pulang Malem Kayak Robot”

Kadang di dunia ini ada yang lebih penting dari sekedar uang, yaitu tidur! Kalau pergi pagi pulang malem tiap hari dengan rutinitas yang sama, bosen enggak sih? Bangun – sarapan – kena macet – sampe kantor terus kerja – makan siang – kerja lagi dikit – pulang kena macet lagi – sampe rumah chatting dan buka socmed bentar – tidur. And repeat for the next hundreds and hundreds of days. rasanya hidup jadi template banget yah kalau kayak gitu, brur.

giphy.com

Tapi bukan berarti jadi entrepeneur enggak gitu yah pola kerjanya, untuk beberapa bidang pekerjaan malah pola kerjanya lebih gila dari itu. Tapi walaupun pola pekerjaannya bisa lebih gila dari rutinitas kantoran, paling enggak polanya lo yang buat dan lo yang atur jadi enggak ngikutin pola template alias pola yang udah ada alias pola kantoran. Its hard but it is worth a try, brur!

giphy.com

“Me Time”

Nah, karena pola waktu dari pekerjaan lo bisa lo atur pada saat lo jadi entrepreneur, lo jadi bisa buat luangin waktu buat ketemu sama keluarga, pasangan, embah, eyang kakung, atau lo bisa cuma goler-goler di kasur alias cuma tidur-tiduran di hari Kamis siang pas lagi mendung sambil nonton film atau series kesukaan lo karena lo udah selesaiin kerjaan lo pas hari Rabu. Jadi, lo bisa dapet waktu liburan yang lebih banyak dari orang kantoran so, waktu itu bisa lo pake buat me time untuk travelling. Dan lo bisa jadi orang yang selalu dapet comment gini di socmed: “Kok enak sih, jalan-jalan mulu?”

giphy.com

Cuman pahitnya adalah, kadang juga lo mungkin bisa aja tuh enggak ada waktu buat me time dalam waktu yang cukup lama karena lagi sibuk-sibuknya kerjaan. Tapi kalau kerjaan yang lo lakuin pas jadi entrepreneur dan hobi lo itu sama, bukannya jatohnya me time juga yah? Karena lo ngelakuin hal yang lo suka, and the fun part is, you got some money from it! Me time is money, honey! 😀

giphy.com

“Less Drama”

Ini juga nih, salah satu alasan yang akhirnya bisa menjernihkan hati dan pikiran. Less. Office. Drama. Banget. Saat lo jadi entrepreneur lo bisa terehindar dari hal-hal kayak ngegossip atau digossipin, lo juga bisa terhindar dari yang namanya “sikut-sikutan” di kantor, emangnya enggak cukup apa disikut di dalem commuter line terus pas sampe kantor kena “sikut” lagi, enggak cukup emang? Cukup di commuter line aja deh disikutnya, siapa tau yang nyikut kece 😛

giphy.com

“Gue Bisa Kok!”

Ini masalah aktualisasi diri. Ini masalah keidealan orang terhadap hidupnya masing-masing, dan pemikiran terhadap sebuah konsep keidealan hidup itu adalah candu. Ini masalah pembuktian ke keluarga, teman dan lingkungan sekitar secara umum dan pembuktian ke diri sendiri secara khusus untuk menjadikan apa yang lo senengin buat lakukan akhirnya bisa jadi menjanjikan. Dan ini juga masalah kepercayaan diri untuk akhirnya bisa bilang, “Tenang, gue bisa kok menghasilkan uang dari jalan yang gue pilih”

giphy.com

Menjadi entrepreneur bukan cuma modal uang tapi harus juga punya modal berani dan nyali untuk memulai itu semua. Selalu yakin sama diri lo pada saat jadi entrepreneur karena akan ada banyak banget orang yang mempertanyakan segala tindak tanduk yang lo lakukan sepanjang proses kewirausahaan lo, tapi pada akhirnya semoga lo bisa merubah statement “Gue bisa kok menghasilkan dari jalan yang gue pilih” jadi “Gue aja bisa, kenapa lo enggak? Lo juga pasti bisa!

“Go Big or Go Home”

Ini dia alasan terakhir buat jadi entrepreneur yang hubungannya deket banget sama kata “risiko”. Itu kata paling sering berkecamuk pada saat mau jadi entrepreneur. Karena keputusan menjadi entrepreneur ya antara lo tajir melintir atau lo enggak punya apa-apa lagi. It’s all or nothing jadi kalau masih ada keraguan sih rasanya lo pasti nanti akan main aman aja ya, padahal untuk menjadi entrepreneur ya harus siap dengan keluar dari zona aman dan nyaman.

giphy.com

Tapi tidak semengerikan itu juga sih sebenernya, karena sekarang udah banyak banget buku, seminar dan diskusi tentang entrepreneur tentang bagaimana menjadi entrepreneur ataupun bagaimana mencari market yang pas untuk barang atau jasa yang ditawarkan si entrepreneur ini. Lagi pula selama lo ngejalanin apa yang lo suka and you really really know about what you’re doing, kenapa mesti terlalu cemas? Just do what you gotta do, follow your heart and your gut, brur!

giphy.com

 

 

 

 

 

Categories
DopeS.K.S

Jangan garuk yang enggak gatel
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED