Bad Boy dan Good Girl, Emang Cocok Kalau Jadi Pasangan?

Karena lo seorang bad boy dan doi adalah seorang good girl. But is it a big of a deal?
wallpapercrafts.com

I. The Problem

Permasalahan ini dilematis, brur. Kenapa dilematis? Karena Shakespeare seorang penyair kenamaan pernah bilang bahwa, “Love looks not with the eyes, but with the mind; and therefore is winged Cupid painted blind” dan yang kedua adalah, secara sederhananya, alasan kedua adalah karena lo seorang bad boy dan doi adalah seorang good girl. But is it a big of a deal?

giphy.com

II. Bad Boy? What’s that?

Banyak yang bertanya bagaimana seseorang laki-laki diidentifikasi sebagai seorang bad boy? Apakah bad boy itu adalah yang suka mabuk-mabukan dan pesta narkoba tiap malam minggu? Itu sih bukan bad boy, itu namanya kriminil alias penjahat. Apakah bad boy itu harus yang sering pulang malam dan enggak jelas kemana perginya? Itu juga bukan bad boy, itu sih bang toyib. Lalu, bagaimana mengidentifikasi seorang laki-laki adalah bad boy? Jangan bingung, identifikasi pertama dia adalah seorang bad boy adalah dia harus laki-laki dewasa yang bertindak seperti anak kecil (boy) dan kata “Bad” di sini bukan berarti jahat namun lebih ke nakal dan penuh eksplorasi.

Bad boy hanya laki-laki yang hilang dalam perjalanan. Banyak berhenti tapi lupa menetap.

Itu identifikasi pertama, lalu apa identifikasi kedua? Identifikasi kedua dan yang paling utama adalah dari bagaimana tingkah lakunya, is he care about what people thinks about what he wear how he acted or what he said? If no, then he is a bad boy. Simple. Bad boy bukannya laki-laki yang cuma urakan dan enggak punya prinsip, namun bisa juga kebalikannya, laki-laki rapih yang punya prinsip, dan bad boy enggak ada urusannya sama alkohol, rokok atau pun seberapa banyak perempuan yang sudah dia taklukan but bad boy could have the nicest smile that you’ve ever seen and still brake your heart real nice. Bad boy lebih ke masalah kepribadian dibanding genetis, bad boy lebih ke masalah prinsip dibanding alkohol atau kondom yang selalu tersedia di dalam dompet.

giphy.com

Mari kembali lagi ke kalimat yang diucapkan Shakespeare “Love looks not with the eyes, but with the mind; and therefore is winged Cupid painted blind”. Menurutnya cinta bukan masalah perawakan dan bagaimana yang terlihat di depan mata, tapi jauh lebih dalam: Pemikiran. Bad boy bisa terlihat sebagai seorang yang suka mengeksplor semua hal, mulai dari perempuan dan semua keseruan duniawi, namun bad boy sejati tidak akan pernah mengingkari dirinya sendiri dan akan selalu mencari jalan pulang. Pada dasarnya bad boy hanya laki-laki yang hilang dalam perjalanan, banyak berhenti tapi lupa menetap dan akhirnya kembali lagi dalam perjalanan tanpa tujuan. Dan dari situ, maka seorang laki-laki yang begitu mencintai keseruan-keseruan yang ada dihadapan matanya, dapat diidentifikasi sebagai bad boy, in other words, bad boys are lost but they do enjoying the view.

“Love looks not with the eyes, but with the mind; and therefore is winged Cupid painted blind” William Shakespeare

III. Good Girl? What’s that?

Itu bad boy, bagaimana dengan good girl? Mari kembali mengidentifikasi seperti apa sih perempuan yang dibilang good girl itu? Apakah good girl harus berkaca mata dengan tumpukan buku yang menemani? Itu sih bukan good girl, itu penjaga perpustakaan. Apakah good girl harus berponi rata dan kalau ngomong, ketawa dan bersin harus imut? Itu sih bukan good girl, itu artis Korea.

Bisa saja seorang perempuan yang lo lihat di dalam diskotik dan sedang menari di lantai dansa adalah seorang good girl.

Lalu, good girl itu yang seperti apa? Kembali lagi ke kalimat yang dilontarkan Shakespeare bahwa cinta itu bukan perkara apa yang terlihat. Identifikasinya mudah, seorang good girl punya kesamaan dengan bad boy, they both have some principles in life that cannot be bothered by others, namun bedanya, good girl menjalani keidealan hidup dengan lebih baik tanpa perlu mengeksplor yang menurut pandangan moral adalah salah. Maka sekarang lebih mudah kita mengidentifikasi seorang good girl, jadi bisa saja seorang perempuan yang lo lihat di dalam diskotik dan sedang menari di lantai dansa adalah seorang good girl, karena pada dasarnya menari bukanlah hal yang melawan moralisme.

giphy.com

Good girl. Kata “Good” di sini bukan berarti yang penurut dan ikut-ikut aja apa kata orang atau mengenakan hijab dalam kehidupan sehari-hari (walaupun menggunakan hijab adalah hal yang sangat baik pula dan diwajibkan oleh agama Islam) namun bukan berarti pula yang tidak berhijab dan penuh tattoo tidak dapat diklasifikasikan sebagai good girl. Karena apapun, bertattoo, rebel dan mempunyai pandangan sendiri pun bukan masalah moralisme atau masalah baik dan buruk tapi masalah aktualisasi diri dan juga seni.

“Mencintai itu kata kerja. Dicintai itu kata sifat. Tapi, cinta itu bukan kata benda. Cinta itu kata hati.” Candra Malik

Kata “Girl” dalam good girl di sini juga bukan merujuk pada gadis kecil (karena jika ini membahas gadis kecil, maka ini akan jadi tulisan tentang pedophilia :p), namun perempuan dewasa yang sudah bisa tahu mau diapain dan ngapain dihidupnya dan masih sadar bahwa mereka akan selalu menjadi gadis kecil di mata orang tuanya. Maka good girl kalau diibaratkan adalah seperti mercusuar yang dibangun diatas tebing untuk melindungi kapal-kapal dari benturan tanpa mengindahkan bahwa dirinya adalah penjaga bukan cuma untuk orang lain dan dirinya tapi juga yang hidup dibalik tebing yang dia jaga. Got it?

giphy.com

 IV. Apa Bisa Mereka Menjalin Hubungan Percintaan?

Seorang penulis dan sufi dari Indonesia yang bernama Candra Malik pernah menulis, “Mencintai itu kata kerja. Dicintai itu kata sifat. Tapi, cinta itu bukan kata benda. Cinta itu kata hati.”

Seorang good girl tidak akan membiarkan bad boy yang sudah menjadi pasangannya karam begitu saja ditengah laut karena ulah atau kebodohannya sendiri.

Mari membawa bahasan ini dalam pakem dari tulisan Candra Malik di atas bahwa “Cinta itu bukan kata benda. Cinta itu kata hati” maka, jika cinta itu bukan kata benda, cinta itu tidak ada wujudnya, cinta bukanlah payung atau kursi yang bisa kita gunakan kala hujan atau bisa kita duduki semau diri, tapi cinta itu kata hati, munculnya dari hati. Tapi, meman tak bisa dipungkiri ada perbedaan yang cukup terlihat jelas antara bad boy dengan good girl, yang bad boy mau seenak udelnya sendiri tanpa memikirkan omongan orang lain tentang dirinya, sedangkan good girl sedikit banyak masih memikirkan matang-matang pikirang orang tuanya terhadap dirinya sendiri. Apakah bad boy tidak memikirkan omongan tuanya? Tentu saja dipikirkan, emangnya Malin Kundang, namun omongan orang tua hanya dianggap kritik sedang menurut good girl omongan orang tua adalah saran. Now, can you see the real difference between two of them?

 

giphy.com

 

Namun, pertanyaan besarnya bukan masalah perbedaan mereka, tapi lebih ke apakah dibalik perbedaan itu mereka bisa saling bahu membahu untuk bisa menjalin sebuah hubungan? Yang satu bodo amatan, yang satu perhatian. Jawabannya mudah, bisa kok. Kenapa bisa? Karena seperti yang termaktub sebelumnya bahwasanya seorang bad boy itu hanya mencari jalan pulang, sering berhenti namun lupa untuk menetap karena tidak ada alasan yang begitu penting untuk membuatnya menetap, dan di sisi lain good girl adalah seorang care taker yang di mana dalam rumah singgahnya sudah disiapkan segala macam yang dibutuhkan seorang laki-laki yang dianggap nakal untuk menetap. Dari segala argumen dan aturan yang dimodifikasi hingga jenis makanan disuka semua sudah tersedia, dan seorang good girl tidak akan membiarkan bad boy yang sudah menjadi pasangannya karam begitu saja ditengah laut karena ulah atau kebodohannya sendiri karena good girl adalah seperti mercusuar yang memperjelas tiap bahaya yang tidak dapat dilihat seorang bad boy.

giphy.com

V. Bagaimana Dengan Pandangan Orang Lain?

Bad boy adalah seorang yang bodo amatan, dan good girl adalah seorang yang mengerti bagaimana bersikap di depan khalayak. Seorang bad boy akan menjadi pit bull yang galak namun tetap patuh jika diurus dengan benar dan seorang good girl akan bisa menembus batasan-batasan yang dia buat terhadap dirinya sendiri dengan kebodoamatan yang terinfluenced dari pasangannya yang notabenenya adalah bad boy.

giphy.com

“Lo berubah semenjak sama dia” kalimat itu akan banyak didengar masing-masing oleh bad boy dan good girl yang sedang menjalin hubungan, terlebih nyesek karena kalimat itu datang dari orang-orang terdekat seperti sahabat. Namun di jauh dialam bawah sadar good girl dan bad boy yang sedang menjalin hubungan, mereka tahu bahwa pada saat mereka menetapkan keseriusan hubungan, mereka ingin mendapatkan perubahan dari sesuatu yang konstan dari hidup masing-masing, lagipula perubahan tak selalu buruk, bukan? Dan perubahan itu penting untuk kehidupan.

giphy.com

V.I. Bagaimana Dengan Pandangan Orang Tua?

Kalau orang tua bad boy sih pasti seneng-seneng aja pada saat si anak badung ini pulang bawa good girl, nah gimana kalau kebalikannya? Itu baru masalah, brur! Tapi tenang, ini hanya masalah komunikasi dan pembuktian, seorang bad boy sejati pasti bisa membuktikan pada orang tua si good girl kalau dia layak menjadi pasangan si good girl, dan si good girl pasti bisa meyakinkan orang tuanya bahwa pilihannya terhadap pasangan bukanlah salah, namun hanya keanomalian. Dan, keanomalian tak berarti salah, bukan?

giphy.com

Bagaimana pandangan orang tua akan bisa mereka hadapi dengan baik selama bad boy dan good girl saling menyadari bahwa mereka berdua ingin saling melengkapi bukan ingin saling menjatuhkan dan mereka berdua ingin untuk membuktikan bahwa mereka mampu berada dalam situasi nyaman yang mereka idealkan.

giphy.com

VI. The Answer

Jika lo yang membaca ini adalah seorang bad boy yang berusaha mendapatkan good girl, atau lo adalah seorang good girl yang sedang jatuh hati sama bad boy tapi takut si bad boy ini aneh-aneh, kesimpulan dari tulisan ini akan sangat singkat, padat dan jelas yaitu, HANTEM AJA, BRUR!

They both have some principles in life that cannot be bothered by others.

 

 

 

 

 

 

Categories
Cinta

Jangan garuk yang enggak gatel
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED