Antara Gotham dan Metropolis

10 Alasan kenapa film ini menjadi kontroversial

WARNING : SPOILER ALERT! Bacanya kalau kamu udah nonton aja ya!

Banyak yang mengatakan kalau film Batman v Superman yang baru keluar itu enggak seru, biasa aja, atau bahkan enggak banget. Dari awal mungkin gue cuma bisa berharap semoga Ben Affleck enggak segagal dulu di film Daredevil. Nah coba yuk kita liat gimana sih nilainya film ini.

 

1. Batcave

sumber : theverge.com

Kalau kamu ingat dengan cerita bagaimana rumah keluarga Wayne terbakar di film-film terdahulu dan Bruce memang berniat untuk enggak merenovasi rumahnya, dalam komik Bruce menghabiskan banyak waktunya di Batcave. Batcave ini beda dengan yang dulu, mungkin masih gelap dan butuh lampu tambahan, tapi fitur-fitur yang keren total, brur! Bahkan pintu masuknya aja keren banget!

 

2. Fighting scenes

sumber : techtimes.com

Oke, mungkin selama nonton kamu udah di ujung kursi karena adegan berantem di film ini berlangsung kurang lebih setengah dari filmnya sendiri! Dan banyak banget!!!! Mulai dari adegan berantem di Gotham, warehouse, sampai adegan berantem dengan Doomsday. Adegan di warehouse however, keren banget karena kamu ngeliat gimana Batman berusaha menyelamatkan ibu Superman dari orang-orangnya Lex Luthor, secara koreografi adegan ini oke banget, brur! Mendengar judulnya mungkin ekspektasi kita mengarah pada adegan berantem Batman melawan Superman, sayangnya adegan berantem antara mereka berdua terlalu cepet. Tapi tenang aja, selama adegan berantem kamu enggak akan beranjak dari tempat duduk, bahkan mau pipis aja mikir dulu, karena terlalu tegang!

 

3. Jesse Eisenberg sebagai Lex Luthor

sumber : screenrant.com

Kita mungkin terbiasa dengan Lex Luthor dengan kepala botak, tapi Lex Luthor kan manusia, jadi dia memang aslinya punya rambut. Banyak teori yang menceritakan kenapa Lex Luthor botak, kalau kita mereferensikan komik, dalam Adventure Comics #271 di tahun 1960 yang ditulis oleh Jerry Siegel, Lex merupakan fans terberat Superboy, dan untuk mendukung keinginan Lex dalam hal ilmiah, Superboy memberikan laboratorium dengan fasilitas penuh untuk Lex. Dalam laboratorium itulah Lex menemukan penawar untuk kryptonite. Namun ketika terjadi kebakaran dalam laboratoriumnya, Superboy menggunakan nafas supernya untuk mematikan api dan usaha Superboy justru menyebarkan uraian kimia yang menyebabkan Lex botak secara permanen dan menghancurkan penawar buatan Lex. Setelah Adventure Comics #271 muncul Man of Steel di tahun 1986 dimana muncul teori berikutnya kenapa Lex Luthor berkepala botak, yaitu Lex mulai menggunakan cincin bermuatan kryptonite dan menyebabkan dia mengidap kanker di tahun 1990-an.

sumber : quora.com

Beranjak dari rambut, akting Jesse Eisenberg dalam film Batman v Superman termasuk luar biasa. Karena dibalik kegilaan Lex Luthor, ada kisah tragis yang menghantui Lex. Nah akting Jesse dalam film ini menjelaskan proses bagaimana ia bisa berubah menjadi psikopat. Jesse membuat gue ketawa karena punchline dan perilaku dia ditulis dan diperankan secara rapi dalam film ini serta membuat gue enggak sabar menunggu Suicide Squad!

 

4. Jeremy Irons sebagai Alfred

sumber : blackocean.ch

Mungkin sebelumnya kamu melihat Alfred yang diperankan oleh Michael Caine karena secara fisik memang Alfred lebih mirip dengan Michael Cane. Tapi Jeremy Irons sebagai Alfred menunjukkan kenapa Alfred itu merupakan salah satu peran penting dalam hidup Batman. Karena kalau enggak ada Alfred, siapa yang benerin bajunya Batman?

sumber : batmantheanimatedseries.wikia.com

 

5. Gal Gadot sebagai Wonder Woman

sumber : moviepilot.com

Siapa yang enggak naksir sama Gal Gadot? Cewek asal Israel ini pernah menjadi Miss Israel di tahun 2004 dan maju ke Miss Universe walaupun akhirnya enggak menang. Di usia 18 tahun, ia bergabung dalam ikatan militer Israel selama dua tahun sebagai instruktur pertempuran. Udah keren, seksi, beneran jago berantem pula. Nah kalau melihat Gal Gadot sebagai Wonder Woman, kamu akan langsung teringat dengan Wonder Woman di komik.

sumber : deathbattle.wikia.com

Semirip itu kan, brur? Walaupun sempet terlintas di kepala gue kalau Wonder Woman di film ini lebih mirip dengan Xena, the Warrior Princess. Tapi ternyata itu karena bajunya yang enggak semerah dan dengan celana dalem biru dan bintang sebagaimana kita selalu mengingat Wonder Woman.

 

6. Adaptasi Komik

sumber : sciencefiction.com

Kalau kalian menonton film yang karakternya dibangun dari komik, jangan pernah berharap segala hal akan masuk akal. Dari mobil ancur seancur-ancurnya ancur bisa jalan lagi sampai orang yang mati akan bisa hidup lagi. Kalau kamu pecinta komik DC, kamu akan melihat potongan-potongan dari edisi komik yang berbeda-beda, enggak hanya Batman v. Superman. Sebenarnya ini jawaban dari kenapa Ben Affleck ada rambut putih, dan kenapa Batman dan Superman mendadak jadi lebih brutal. Karena seiring bertambahnya usia. Mau tau yang edisi mana aja? Coba buka lagi deh koleksi bukumu.

 

7. Script dan Scoring

sumber : collider.com

Harus diakui bahwa dialog yang dibuat oleh Chris Terrio dan David S. Goyer cukup oke, karena ia memasukkan beberapa referensi yang bikin kamu penasaran untuk nonton film terdahulu atau bahkan buka-buka lagi koleksi komik kamu. Selain dialog dalam script untuk film ini, scoring-nya pun enggak kalah oke, khususnya pada saat Wonder Woman turut membantu dan masuk ke dalam adegan berantem seketika lagunya berubah menjadi lagu tema Wonder Woman dengan ubahan yang cukup bikin tegang. Cuma di tengah-tengah adegan berantem ada beberapa detik yang bisa bikin kamu bingung karena tiba-tiba lagunya dari tegang jadi mendayu-dayu begitu aja enggak pake permisi.

 

8. Amy Adams sebagai Lois Lane

sumber : boomsbeat.com

Kalau bisa dibilang gue cukup berharap Lois Lane terlihat lebih muda. Mungkin dalam film ini mereka mencoba menggarisbawahi bahwa Lois Lane dapat menua sedangkan Clark Kent hanya dapat menua pada saat ia tidak lagi mendapatkan cahaya matahari. Tapi menurut gue penuaan Lois Lane terlalu cepat untuk terjadi di film ini. Mungkin mereka nyaman dengan Amy Adams sebagai Lois Lane sejak Man of Steel. Hubungan Lois Lane dan Superman memang legenda cinta sepanjang masa, cuma kalau tiba-tiba di tengah adegan berantem harus ciuman dulu, kan kesel juga!

sumber : comicbook.com

 

9. Ben Affleck sebagai Bruce Wayne/(Chubby) Batman

sumber : bleedingcool.net

Emang udah wajib membahas Ben Affleck dalam film ini. Pada saat gue nonton, gue sebenernya nunggu apa dia akan mengagalkan film ini sebagaimana dia dulu menggagalkan Daredevil buat gue. Tapi nyatanya, masih 50-50, kenapa? Ada yang bilang kalau Ben Affleck terlalu buff untuk jadi Bruce Wayne, kalau bagian ini gue setuju tapi perlu diingat kalau film ini menceritakan Batman yang enggak semuda dulu lagi. Dan dia kan selama ini ngendok di dalam batcave terus, coba aja bayangin kalau kamu berdiam diri di kamar terus, pilihannya antara jadi kurus ceking atau jadi menggemuk, apalagi kalau punya Alfred yang sedia bawain kamu cemilan apa aja! Kalau gue bisa bilang, sesungguhnya suara Ben Affleck sebagai narator masih kurang misterius. Apa harus Morgan Freeman yang menarasikan film ini?

sumber : newmediarockstars.com

 

1o. Cepat Baikan

sumber : comicbookmovie.com

Gue sangat tidak berharap Batman dan Superman cepat baikan, tapi sepertinya kalau mereka masih enggak baikan juga, film itu bisa berlangsung 4 jam sendiri. Apalagi dengan benang merah bagaimana mereka bisa jadi baikan di tengah-tengah berantem. Well, who doesn’t love a happy ending? Dari akhir film ini, udah pasti kita akan nunggu kapan Justice League terbentuk dan Batman serta Wonder Woman bisa mulai merekrut dan bertemu dengan Cyborg, Aquaman serta the Flash!

sumber : comicvine.com

Banyak kontroversi tentang film ini, tapi memang kalau mau nonton ini sebaiknya kamu juga buka-buka koleksi komik kamu supaya kamu punya referensi untuk menilai bagus atau enggaknya film ini. Kalau kamu gimana, brur? Suka enggak sama filmnya?

sumber : giphy.com

TITLE : BATMAN V SUPERMAN : DAWN OF JUSTICE

DURATION : 151 MINUTES

PRODUCER : Deborah Snyder, Charles Roven

DIRECTOR : ZACK SNYDER

RELEASED : 2016

CAST : BEN AFFLECK, HENRY CAVILL, GAL GADOT

What's Great and What's Not
6.4
What's Great and What's Not
The Good
  • Ada Neil G. Tyson!
  • Jeremy Irons sebagai Alfred
  • Fighting Scenes
  • Jesse Eisenberg sebagai Lex Luthor
  • Gal Gadot sebagai Wonder Woman
  • Adaptasi Komik
  • Senjata, khususnya lasso milik Wonder Woman
The Bad
  • Fighting Scene Batman vs Superman
  • Cepat Baikan
  • Amy Adams sebagai Lois Lane
  • Ciuman di tengah-tengah adegan berantem
  • Kalau kebelet pipis di tengah-tengah film
  • Plot
    5
  • Scoring
    7
  • Wow-factor
    7
  • Interesting
    6.5
Categories
Proyektor

Dream writer, your delinquent enemy and devoted lover.
One Comment
  • Relationship Goals versi Jagoan | Bujang.net
    29 March 2016 at 5:34 pm
    Leave a Reply

    […] Berita Antara Gotham dan Metropolis […]

  • Leave a Reply

    *

    *

       

    RELATED