Bawa-Bawa Pancasila, Putri Bung Karno pun Ambil Jalur Hukum

Disinyalir dari Kompas.com, Putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri mengaku naik pitam akibat Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang menyebut-nyebutkan bahwa “Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pant*t sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan...
Sumber : agungdwirahardjo.wordpress.com

Disinyalir dari Kompas.com, Putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri mengaku naik pitam akibat Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang menyebut-nyebutkan bahwa “Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pant*t sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di Kepala” dalam ceramahnya dua tahun silam di Jawa Barat.

sumber : tribunnews.com

Namun Sukmawati mengaku baru melihat video ceramah tersebut Juni lalu tahun ini dan membuatnya memutuskan untuk melaporkan Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri atas tuduhan melecehkan Pancasila dan secara tidak langsung melecehkan sang ayahanda yang juga merupakan salah satu perumus Pancasila. Nah dasar hukumnya ada enggak sih, brur? Atau baper aja?

Tuduhan atas pelecehan Pancasila bisa kamu lihat di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ayat 154a yang menyatakan bahwa :

“Barangsiapa menodai bendera kebangsaan Republik Indonesia dan lambang Negara Republik Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat puluh lima ribu rupiah.”

Jadi laporan Sukmawati yang terdaftar dengan nomor LP/1077/X/2016 ada dasarnya nih, brur. Dan selain KUHP ayat 154a, Sukmawati juga melaporkan Rizieq Shihab atas Pasal 57 (a) juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Pasal 57 (a) sendiri berbunyi :

Setiap orang dilarang:

  1. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara;

Sedangkan Pasal 68 mengatur tentang hukumannya, yaitu pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Nah juncto itu sendiri apaan sih brur? Bukan nama obat yang jelas, buat kalian yang enggak tahu, juncto atau yang biasa disingkat Jo. itu artinya adalah bertalian dengan atau berhubungan dengan.

Namun pihak FPI sendiri menyatakan bahwa sebenarnya laporan Sukmawati itu sudah tidak berlaku lagi, soalnya udah basi alias kelamaan. Berhubung ceramah itu sendiri terjadi dua tahun yang lalu. Nah, kalau kita lihat lagi nih di KUHP, ada juga pasal yang menyatakan tentang hapusnya kewenangan menuntut pidana yang diatur dalam Pasal 78 :

Kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa:
  1. Mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan sesudah satu tahun;
  2. Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun
  3. Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun
  4. Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah delapan belas tahun

Kalau kita lihat dari Pasal itu kira-kira laporannya Sumawati masuk ke poin yang mana, brur?

Menurut Sukmawati, beliau melaporkan tindakan Rizieq karena kecemasannya terhadap generasi muda dan pandangan kita terhadap Pancasila. Khususnya mengingat Pancasila dirumuskan dengan latar belakang sejarah yang panjang banget dan sakral sebagai bagian dari sejarah bangsa ini. Dan kalau kalian lupa, ini dia cuplikan video Bung Karno menyuarakan Pancasila di depan Persatuan Bangsa-Bangsa.

Last but not least :

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA!

Categories
Cerita

Dream writer, your delinquent enemy and devoted lover.
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED