Dibalik Hari untuk Wanita yang Melahirkan Kita

Dear mom...
sumber : Trinindita Shalihat

Ibu, Mama, Bunda, Mommy, begitulah biasanya kita memanggil perempuan yang berjuang untuk melahirkan kita. Di beberapa negara, dan nyaris di seluruh dunia menetapkan hari tertentu untuk memperingati peran ibu dalam hidup seseorang. Tau tanggalnya enggak brur? Berikut nih tanggal dan sejarah dibalik Hari Ibu di beberapa negara.

1. Thailand

sumber : changpuak.ch

Nah brur, di Thailand, Hari Ibu dirayakan bertepatan dengan hari ulang taun Ratu Sirikit yang lahir pada tahun 1932. Di Thailand, Hari Ibu terhitung sebagai hari libur nasional. Jadi, buat masyarakat Thailand, pada tanggal itu, mereka biasanya menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu dengan ibunda tercinta – dan udah enggak ada alasan ‘sibuk’ lagi, karena kan hari libur! Selain itu, biasanya mendekati Hari Ibu (yang sekaligus hari ulang tahun Yang Mulia Ratu), foto beliau ada di setiap sudut kota, brur! Grand Palace pun juga tutup pada hari tersebut. Mungkin karena mau party kali ya? Enggak mau kalah, ulang tahun Raja Bhumipol Adulyadej pun juga dirayakan sebagai hari ayah.

sumber : thailandforchildren.com

 

2. Nepal

sumber : tribune.com.pk

Hari Ibu di Nepal dikenal sebagai Aama ko Mukh Herne Din. Dalam kebudayaan Nepal, Hari Ibu ini ada festivalnya, loh brur! Namanya Mata Tirtha Aunsi atau Mata Titha Puja yang dirayakan berdasarkan kalender lunar. Festival ini diselenggarakan untuk mengingat dan menghormati para ibu dengan cara memberikan hadiah dan juga peringatan untuk para ibu yang telah meninggal dunia.

Untuk menghormati para ibu yang telah meninggal dunia, menurut budaya Nepal, perayaan ini diselenggarakan dengan diadakannya ziarah ke kolam Mata Tirta. Kolam ini memiliki banyak cerita, salah satunya adalah pada dahulu kala, seorang penggembala yang sedang melakukan persembahan di kolam tersebut, ia melihat refleksi wajah almarhumah ibunya dari air di dalam kolam. Legenda tersebut dipercayai oleh masyarakat sehingga mereka berharap ketika mereka berziarah ke kolam tersebut, mereka dapat melihat wajah ibunda tercinta. Di tempat tersebut terdapat dua kolam, salah satu kolam adalah tempat untuk permandian ritual dan yang satu lagi adalah tempat dimana legenda itu terjadi, brur!

sumber : tribune.com.pk

 

3. Paraguay

Di Paraguay, Hari Ibu dirayakan hanya beda sehari dengan Hari Kemerdekaan Paraguay. Loh? Paraguay mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 14 Mei 1811, dan sehari sesudahnya Juana María de Lara, menjadi perempuan pertama yang datang ke markas besar revolusi dan nyelametin para pahlawan revolusi negara tersebut. Enggak cuma itu, beliau juga membawakan mereka sebuket bunga yang berwarna merah, putih dan biru. Dan warna bunga ini dipercayai sebagai inspirasi warna bendera Paraguay, dan kejadian ini pula yang membuat Paraguay menetapkan tanggal 15 Mei sebagai Hari Ibu.

sumber : amnesty.org.py

Hanya saja, banyak kontroversi juga mengenai Hari Ibu di Paraguay, brur! Karena beda sehari, jadinya para masyarakat jauh lebih mementingkan dan merayakan Hari Ibu ketimbang Hari Kemerdekaan. Waduh!

 

4. Iran

sumber : globalexchange.org

Kalau di Iran, perayaan Hari Ibu dirayakan menggunakan kalender Islam, brur, yaitu pada tanggal 20 Jumaidil Akhir. Hari Ibu di Iran ini merayakan ulang tahun Siti Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW. Walaupun pada awalnya dirayakan pada tanggal 16 Desember, Hari Ibu kemudian dirubah tanggalnya setelah Revolusi Iran pada tahun 1979.

sumber : thenational.ae

 

5. Jepang

Di Jepang, Hari Ibu juga dikenal dengan 母の日 (Haha no Hi) dan dirayakan setiap hari Minggu kedua bulan Mei. Awalnya, Hari Ibu di Jepang sama seperti di Thailand brur, yaitu dalam rangka ulang tahun Yang Mulia Permaisuri Kōjun yaitu pada tanggal 6 Maret. Lalu kemudian Serikat Kekaisaran Wanita dibentuk pada tahun 1931 dan menyelenggarakan pertemuan pertamanya pada tanggal 8 Mei 1937. Dari sejarah inilah tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Ibu.

sumber : kumoizakaya.com.au

 

6. Indonesia

sumber : Susi Aliani Sulaiman

sumber : Susi Aliani Sulaiman

Last but not least, seperti yang kita tahu Hari Ibu di Indonesia dirayakan setiap tanggal 22 Desember. Nah, tanggal ini ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1953 melalui Dekrit Presiden nomor 316. Kenapa tanggal 22 Desember? Tanggal ini ditetapkan karena untuk memperingati Kongres Perempuan Indonesia yang pernah diselenggarakan pada tahun dari tanggal 22-25 Desember tahun 1928 silam. Kongres ini diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan dihadiri oleh 30 organisasi perempuan dari 12 kota. Selain Hari Ibu, Indonesia juga punya hari perayaan untuk perempuan, antara lain adalah Hari Kartini yang kita rayakan setiap tanggal 21 April.

sumber : senayanmagazine.com

Nah kira-kira Hari Ibu berikutnya, kamu mau kasih hadiah apa nih brur? Jangan lupa ucapkan kata sayang sebagaimana seharusnya ya.

Categories
Etalase

Dream writer, your delinquent enemy and devoted lover.
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED