Ilmu Dicari Hingga Luar Negeri

Pergi hanya untuk kembali berkontribusi demi negeri, diri dan semua yang di hati.
pragaforyou.com

Fenomena kuliah di luar negeri bukanlah fenomena yang baru dikalangan anak muda Indonesia, dari zaman dijajah dulu hingga detik ini, kuliah di luar negeri adalah sebuah pilihan yang wajar dan bukan lagi pilihan yang mutakhir.

giphy.com

Zaman dulu, mungkin hanya orang-orang dari keluarga pedagang, teknokrat, pejabat daerah, atau cendekiawan, contohnya juga banyak, Mohammad Hatta dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX , kedua mantan Wakil Presiden yang berurutan ini keduanya lulusan dari Belanda, B.J. Habibie yang juga seorang mantan Wakil Presiden “jebolan” dari Jerman, Presiden Indonesia kita yang ke-4, Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dipanggil Gus Dur juga kuliah di luar negeri, tepatnya di Mesir lalu pindah ke Irak.

serbaserbigusdur.files.wordpress.com

Tapi itu zaman dulu, sekarang siapa saja bisa keluar negeri untuk pergi studi. Kalau dulu dengan mengambil contoh dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Mohammad Hatta, mereka pergi kuliah juga dengan kepentingan, agar negaranya bisa merdeka dari jajahan, mereka belajar di luar tapi untuk kepentingan bangsa dan negaranya yang sedang terjajah. Ada potongan pidato penobatan Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang begitu mengesankan:

“Walaupun saya telah mengenyam pendidikan barat yang sebenarnya, namun pertama-tama saya adalah dan tetap adalah orang Jawa.”

Begitu dalamnya rasa cinta kepada bangsanya hingga Sri Sultan Hamengkubuwono IX juga tidak bisa melepaskan dirinya dari mana dan siapa dia sebenar-benarnya.

wikimedia.org

Kalau sekarang, jalan menuju kuliah di luar negeri tidak perlu seberapi-api itu, walau meski memang perlu ada tonggak kuat dari dalam diri untuk kembali ke tanah air dan menggunakan ilmu yang di dapat demi kepentingan diri sendiri, keluarga, lingkungan, lalu bangsa dan negara. Karena apalah pendidikan tanpa penerapan yang tepat? Percuma kuliah di luar negeri jika tidak bisa menerapkan secara telat dan cermat terhadap apa yang sudah dipelajari dari negara luar.

Banyak jalan menuju Roma. Itu adalah ungkapan yang pada zaman sekarang memang benar adanya, dan tak cuma Roma, namun Manchester, Berlin, Tokyo, Illinois, Paris, Amsterdam atau belahan dunia mana pun, dapat disambangi dari berbagai banyak jalan. Salah satunya studi. Dan cara untuk studi di luar negeri sudah tidak repot seperti zaman dulu yang harus mendapat izin dari pemerintahan Hindia-Belanda dan harus anak dari keluarga terpandang, sekarang hanya butuh kesiapan mental untuk lama tidak ketemu nasi dan mie instan.

keepo.me

Cara-caranya sudah lebih baik untuk bisa berkuliah di luar negeri, dan tak perlu menunggu kuota keberangkatan yang penuh seperti naik haji. Sekali lagi, banyak jalan menuju Roma atau kota-kota di belahan dunia lain dari negeri ini, ada beasiswa dari universitas, beasiswa dari sponsor atau kantor, beasiswa dari pemerintah (cek web dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau biasa disingkat LPDP, www.lpdp.depkeu.go.id untuk info lebih lanjut) atau, jika sudah “kebelet” ingin berkuliah di luar negeri, memakai kocek sendiri juga adalah hal yang lumrah di era sekarang.

Tak banyak perubahan perihal kuliah di luar negeri dari dulu hingga kini, tapi semua yang melanjutkan studinya di luar negeri punya satu kesamaan, yaitu pergi hanya untuk kembali berkontribusi demi negeri, diri dan semua yang di hati.

 

Categories
BeritaMeninjau Kembali

Jangan garuk yang enggak gatel
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED

  • Bertoga Di Tanah Britannia

    Mengenyam bangku pendidikan mungkin sudah menjadi mimpi dan cita-cita setiap masyarakat. Bahkan, kini banyak masyarakat yang tidak puas jika mereka hanya selesai sampai di bangku sekolah, mereka perlu melanjutkannya...
  • Yang Lo Pikirin Saat Lo Baru Lulus Kuliah

    “Gue mau ngapain yah?” Sesaat setelah lo selesai merayakan kelulusan, lo langsung kayak ditabrak kenyataan: Mau lo bawa kemana tuh gelar lo? Mau lo masukin ke tong sampah atau...
  • S2 Jadi Lama?

    Wacana tentang S2 di Indonesia yang akan diperpanjang menjadi 4 tahun masa belajar menimbulkan pro dan kontra, banyak pelajar perguruan tinggi yang sedang menjalani jenjang pendidikan S1 jadi berpikir kembali untuk...