Macet dan Jakarta Adalah Kawan Lama

Hampir setiap hari di setiap sudut kota Jakarta akan ditemui jumlah kendaraan yang mengantri tak bergerak.
Jakartabagus.rmol.co

Kota Jakarta mungkin akan terus berjalan beriringan dengan kata macet. Hampir setiap hari di setiap sudut kota Jakarta akan ditemui jumlah kendaraan yang mengantri tak bergerak. Mulai dari jalan-jalan protokol seperti Jalan Sudirman, Jalan Thamrin sampai jalan alternatif dan jalan-jalan tikus pun tidak sedikit ditemukan kendaraan yang melintasinya tidak bergerak. Keadaan macet ini dimungkinkan karena sudah semakin membludaknya jumlah kendaraan yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan jumlah jalan yang signifikan.

giphy.com

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan bermotor di ibu kota Negara ini hampir setiap harinya bertambah 5.500 sampai 6.000 unit kendaraan per hari. Bertambahnya jumlah kendaraan itu tidak diiringi dengan pertumbuhan jalan yang hanya sekitar 0,01 persen. Mungkin hal ini yang menjadikan semakin bertambah parahnya kemacetan di kota yang terkenal dengan Monas ini. Jumlah kendaraan di kota Jakarta ini sampai bulan Desember tahun 2014, 3.226.009 untuk jumlah mobil pribadi, bus 362.066, mobil barang 673.661, kendaraan sepeda motor 13.084.372, kendaraan khusus 137.859, hingga totalnya mencapai 17.523.967.

Kemacetan itu menjadikan warga Jakarta tidak dapat mengukur waktu dengan tepat.

Kemacetan yang setiap hari mendera Jakarta nampaknya cukup memberikan dampak psikologis bagi warga Jakarta. Mungkin macetnya Jakarta membuat masyarakat menjadi lebih tidak sabaran, dan juga lebih cepat mengalami stress. Keadaan ini juga yang mungkin terkadang menjadikan warga Jakarta menjadi cepat marah dan terkadang mengemudikan kendaraan dengan kurang tertib. Hal ini juga mungkin kadang yang menjadikan warga Jakarta lebih mentolerir keterlambatan, karena memang kemacetan itu menjadikan warga Jakarta tidak dapat mengukur waktu dengan tepat. Jika dibandingkan dengan kota-kota lain mungkin suasananya akan terlihat lebih rileks dan santai. Berjalan lebih pelan dan tidak terburu-buru. Mungkin bisa jadi hal ini disebabakan karena tingkat kemacetan di kota tersebut yang cenderung tidak parah.

Pemerintah kota Provinsi DKI Jakarta sebenarnya sudah membuat berbagai cara agar dapat mengurangi tingkat kemacetan di kota Jakarta ini. Mulai dari siswa sekolah yang masuk yang menjadi lebih pagi, mengembangkan jumlah jalan seperti jalan toll yang terus ditambah, sampai membuat jalan layang non-toll, serta terus menambah jumlah armada transportasi umum agar warga Jakarta dapat berpaling dari menggunakan kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

Perkembangan transportasi umum di Jakarta sebenarnya terus dikembangkan. Sejak zaman dahulu berbagai macam kendaraan umum terus berkembang di Ibu Kota Negara ini. Mulai dari adanya becak dan delman yang cukup tradisional, hingga becak dilarang lagi untuk beroperasi di Jakarta karena menimbulkan kemacetan. Ada juga bemo dan bajaj, lalu yang sangat terkenal ketika zaman dahulu seiring dengan sinetron Si Doel Anak Sekolah, opelet yang saat ini sudah sangat jarang ditemukan bahkan sudah tidak pernah lagi terlihat. Ada juga omprengan yang para penumpangnya harus masuk dari belakang. Angkutan kota atau angkot yang sampai saat ini juga masih kerap kali berkeliaran di kota Jakarta ini. Serta bus seperti metro mini atau kopaja dan bus kota yang dapat langsung menampung puluhan orang sekaligus.

Karena tentu nantinya ketika proyek ini sudah selesai dikerjakan akan mengiris tingkat kemacetan di kota Jakarta dan membuatnya menjadi lebih nyaman lagi.

Namun kini nampaknya angkutan umum kini tidak lagi menjadi pilihan utama warga Jakarta. Hal ini dapat diperbandingkan dengan misalnya menonton film Indonesia di era Lupus. Kalau kita menonton film tersebut, kita akan melihat anak-anak sekolah SMA yang menggunakan bis kota untuk pergi ke mana pun. Bahkan terkadang mereka dapat menemukan pacar ketika sedang berpergian menggunakan kendaraan umum tersebut. Tetapi sepertinya sekarang sudah jarang sekali anak sekolah atau masyarakat umum lainnya untuk berpergian menggunakan angkutan umum tersebut. Terkadang mereka lebih memilih untuk menggunakan sepeda motor untuk mencapai tempat tujuan mereka.Jal ini mungkin dikarenakan kendaraan umum yang sudah tidak lagi senyaman ketika zaman dahulu. Banyak yang mengeluhkan kalau menaiki kendaraan umum itu panas, kurang aman dan sumpek.

Sebenarnya dengan menggunakan kendaraan umum membuat jalanan bisa menjadi lebih lengang. Karena memang angkutan umum lebih bisa mengangkut penumpang yang lebih banyak jika dibandingkan kendaraan pribadi. Karena hal itu pula pemerintah provinsi DKI Jakarta terus meng-upgrade kendaraan umum mereka. Mulai dari mulai beroperasinya Trans Jakarta yang menggunakan lajur khusus yang tidak boleh dilintasi kendaraan pribadi, sehingga dapat lebih cepat sampai tujuan. Meningkatkan kualitas Metro Mini dan Kopaja dengan diberikan AC dan tempat duduk yang empuk sehingga menambah kenyamanan bagi para penumpangnya. Selain itu juga, saat ini kota Jakarta sedang mengembangkan proyek monorail atau MRT yang nantinya dapat membuat warga Jakarta dapat lebih nyaman menggunakan transportasi umum dan lebih cepat untuk sampai tujuan.

giphy.com

Berbagai pembangunan yang sedang dilaksanakan di Kota Jakarta memang memakan waktu dan terkadang malah menimbulkan titik kemacetan yang baru. Namun, memang proyek ini layak untuk ditunggu, karena tentu nantinya ketika proyek ini sudah selesai dikerjakan akan mengiris tingkat kemacetan di kota Jakarta dan membuatnya menjadi lebih nyaman lagi.

Categories
BeritaMeninjau Kembali

Jangan garuk yang enggak gatel
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED