Menerbangkan Roket Sambil Meneriakkan Pesan Sosial

Dengan Lirik yang Bertemakan Pesan Sosial, Kelompok Penerbang Roket Siap Menerbangkan Namanya di Dunia Musik Indonesia

Sumber: http://www.thejakartapost.com/files/images2/21Haai.img_assist_custom-511×480.jpg

Musik dengan genre Rock sudah tidak asing lagi di Indonesia. Sejak era musik 1970-an di Indonesia, telinga masyarakat sudah seringkali dimanjakan oleh aliran musik yang agak keras ini. Mulai dari Godbless, AKA, Gipsy, Giant Step, dan lainnya, ikut menggelegarkan dan meramaikan dunia panggung hiburan di Indonesia dengan musik rock yang mereka mainkan. Bahkan, sebelum zaman itu, sekitar tahun 1967, The Rollies sudah menjajakan kakinya di dunia musik Rock Indonesia.

Tidak sampai di situ perjalanan musik rock di Indonesia. Sekitar tahun 1990-an banyak pula band yang mengusung aliran ini dan menjadi idola yang sangat terkenal di nusantara ini. Ada Slank, band yang sangat terkenal dengan musiknya dan dipuja oleh berbagai lapisan masyarakat dengan musik Rock-nya. Bahkan, hampir di konser manapun bendera Slank tetap berkibur meskipun Slank tidak melakukan konser itu di sana. Band-band lain yang mengusung musik Rock di era Slank antara lain ada Jamrud, Roxx, Pas Band dan lain lagi.

 

Sumber: http://rollingstone.co.id/image/2015/05/25/6820ad18_Kelompok-Penerbang-Roket-8.jpg

Ternyata selepas era 90-an dan ketika musik indie semakin digemari oleh para pecandu musik tanah air, anak-anak muda tanah air tetap memilih memanjakan kupingnya dengan aliran musik yang kental dengan suara gitar listrik ini. Banyak musisi indie di Indonesia yang menjadikan musik Rock sebagai dasar mereka memainkan musik mereka. Seperti misalnya, ada The Brandals, GRIBS, dan beberapa musisi indie lainnya, tidak terkecuali, Kelompok Penerbang Roket.

“Kalau orang nanya kan, kalau yang simple gue bilangnya yaudah Rock aja gitu, band rock, tapi kalau misalnya orang nanya rocknya apa, ya sebenernya rocknya macem-macem sih dalemnya,” ujar Coki Vokalis dari Kelompok Penerbang Roket menjelaskan genre yang dimainkan band-nya.

 

Sumber: http://rollingstone.co.id/image/2015/06/19/4e180f32_Kelompok-Penerbang-Roket-bayu-6500.jpg

Kelompok Penerbang Roket terdiri dari tiga orang, ada Coki (vokal dan bass), Rey (Gitar) dan Viki (Drum). Band yang terdiri sejak akhir 2011 ini menamakan namanya demikian karena kegemaran mereka pada musik rock Indonesia pada tahun 70-an dan mengadaptasi dari judul lagu Duo Kribo yang berjudul “Mencarter Roket”. Nama yang bisa dikatakan unik ini memiki filosofi yang menarik dengan tujuan yang sangat luar biasa, yakni terbang tinggi setinggi mungkin seperti roket. “Kelompok itu, kita kelompoknya, kita yang menerbangkan roketnya nah, roket itu bandnya. Dan semua orang tahu kalau roket itu kan pasti ke atas kan, setinggi mungkin,” Jawab Coki mengenai nama band-nya.

Lagu “Mati Muda” yang diusung menjadi single andalannya seperti bentuk modernisasi musik rock dari band-band rock Indonesia 70-an yang menjadi influence mereka, dengan beat yang lebih cepat jika dibandingkan dengan band-band kala itu. Diawal lagu suara gitar, bass dan drum seperti langsung digas dengan cepat, alhasil tempo yang dihasilkan dari lagu ini terasa cepat. Langusung terasa nuansa rock yang ingin dibangun oleh Kelompok Penerbang Roket dalam lagu ini ketika pertama mendengarkannya. Setelah intro yang bisa dikatakan menggugah, seketika suara nyanyian Coki merasuk dengan sedikit berteriak. Wajar nampaknya jika lagu ini dinyanyikan dengan sedikit berteriak. Selain karena memang mengusung musik rock, sepertinya terikan itu menjadi bentuk amarah dan kekecewaan mereka akan realitas sosial anak muda yang sudah semakin tercemar. Setelah itu, sang vokalis berteriak “MATI MUDA” ditengah lagu seperti menjadi bentuk ungkapan mereka seperti ingin bilang “rasain lu” karena melakukan hal-hal yang tidak berguna itu.

Lirik yang menjadi dasar dari Kelompok Penerbang Roket dalam menciptakan karya mereka merupakan topik-topik dan masalah-masalah sosial yang memang sedang berkembang di masyarakat. Dalam lagu “Mati Muda”, terasa bahwa banyak kegiatan yang dilakukan oleh anak muda saat ini banyak yang sia-sia. Akhirnya banyak harapan yang dapat digantung setinggi-tingginya malah hancur karena berbagai perbuatan yang semestinya dapat mereka hindari itu. Hingga akhirnya malah menghasilkan kekecewaan dan nilai negatif saja. “Soalnya lagu yang kita bikin apa yang ada aja gitu, ya masalah dan topik-topik sosial sekarang gitu. Kayak tawuran,” Viki mengunkapkan.

Lirik yang dibangun oleh Kelompok Penerbang Roket juga menggunakan bahasa yang sederhana, lugas dan to the point. Jika mendengarkan lirik dalam lagunya, sebenarnya dapat langsung dapat diterima oleh masyarakat mengenai pesan yang ingin diungkapkan mereka.

Keunikan dari band ini adalah ketika mereka me-release single, mereka mengadakannya di Lapas Cipinang di mana berbagai bentuk akibat dari kondisi sosial yang negatif terjadi di sana. Sepertinya tepat memang jika memang menyuarakan karya mereka di sana. Sinkron antara tempat, keadaan dengan apa yang mereka suarakan.

Kelompok Penerbang Roket juga sudah mengeluarkan albumnya yang mereka namakan “Teriakan Bocah”. Unik dan menarik dengan dinamakan Teriakan Bocah itu. “Ya sebenernya teriakan bocah ganggu sih, anak kecil teriak gitu berarti ada sesuatu, dia ingin dipandang, dia nyari perhatian. Filosofinya gampang sih sebenernya ya kita masih kecil, band kita belom lama dan kita ingin teriak aja sih sebenenerya. Kasih lihat, ‘Gue tuh kayak gini’, jadi anggep aja si bocah ini ya KPR ini,” ujar Coki.

 

Semoga Kelompok Penerbang Roket dapat terus terbang tinggi seperti roket yang dapat mencapai angkasa. Suara positif dari mereka dapat menjadi pembelajaran bagi siapa saja yang mendengarkannya. Berita mereka dapat tersebar luas seperti ketika roket lepas landas. Karena memang lirik dan musik mereka mengandung nilai-nilai positif yang dapat menerbangkan mereka.

Sudah selayaknya Coki, Viki dan Rey yang sangat mengagungkan musik dapat terbang tinggi seperti roket dengan musiknya. “Buat gue pribadi tuh sakral banget musik itu. Kalau gue bilang itu tuh bahasa dasar Tuhan buat manusia lah. Lebih komunikatif ke alam, atau ke tuhan atau ke sesama itu emang lewat musik sih. Bahasa universal,” ungkap Viki. “Musik itu mahakarya alam dan isinya, gitu. Dan bisa juga musik itu suatu suara dan kumpulan suara yang membentuk harmoni,” tambah Coki.

 

Sumber: http://www.gilanada.com/wp-content/uploads/2015/05/Photo-KelompokPenerbangRoket-2-By-Aloysius-Nitia-750×400.jpg

 

-bung

Categories
Checksound
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED

  • Gal Gadot dan Gengnya

    Wonder Woman, Ini Dia Jagoan Semua Perempuan

    Setelah sekian lama, akhirnya dunia persilatan Hollywood memperkenalkan (kembali) superhero perempuan. Setelah Black Widow yang menjadi bagian dari franchise The Avengers dari Marvel, kini saatnya DC membalasnya dengan membawa...
  • Aku Perempuan, dan Inilah Keputusanku

    Hari ini, di seluruh penjuru dunia berbaris-baris perempuan melakukan protes yang berjudul “Women’s March”. Melihat inisiatif acara tersebut, saya pun memantau kawan-kawan saya yang turut melakukan demonstrasi. Demonstrasi ini...
  • Bagaimana Sih Proses E-Tilang?

    Proses tilang yang dulu rumit sekarang kayaknya sekarang nggak bakal lagi dirasain. Soalnya baru-baru ini Korps Lalu Lintas Polri baru aja menerapkan proses E-Tilang yang bisa memudahkan proses penilangan. Walau...
  • Pembuka Anugerah Golden Globe 2017 yang Mengesankan

    Layaknya dari tahun ke tahun, Golden Globe menjadi anugerah pembuka di tahun ini. Malam anugerah ini dimulai dengan pembuka yang sangat mengesankan. Jimmy Fallon, seorang pembawa acara televisi yang juga...