Mereka, Merdeka dalam Berkarya!

Mereka tak seirama. Mereka tak senada. Mereka tak tersandera. Mereka Merdeka dalam berkarya.

Setelah sebelumnya gue pernah membahas soal Musik Indie yang kian hari kian semarak dan semakin banyak masyarakat yang mengapresiasi dari berbagai karya para musisi Indie dan membuat penulis beranggapan bahwa Musik Indie di Indonesia merupakan pahlawan dan penyelamat dari musik di Indonesia ini. Nah, pada kesempatan sekarang ini, gue kembali mau membahas soal musik Indie di Tanah Air. Dan gue akan membahas soal bagaimana awal mula musik Indie bisa terbentuk di Indonesia dan menggelegar sampai saat ini. Simak ya Brur! Sambil baca enak juga sambil dengerin lagu-lagu dari para musisi Indie Brur hehehe 😀

musik indie

***

 

Gelegar Musik Indie di Tanah Air kini tak pernah berhenti bergaung di telinga setiap masyarakat Indonesia. Kini, para musisi Indie Label tidak lagi dipandang sebelah mata, malah nampaknya kini mereka siap menyaingi major label dan memberikan gebrakan dalam penjualan album mereka, khususnya pada kalangan anak-anak muda di kota-kota besar Indonesia. Bahkan, kini para Musisi Indie Tanah Air memiliki pamor yang sama gemilangnya dengan para musisi yang berlandaskan musik-musik mainstream. Hingga kini, musisi Indie Label dan musiknya sendiri terus berkembang dan memerdukan namanya di Indonesia. Tak pelak tak sedikit band-band yang sempat besar dalam naungan major label, sekarang memerdekan diri dengan menancapkan bendera mereka sendiri menghadapi belantika musik Indonesia, seperti Naif, Sheila on 7, dan beberapa musisi lain, siap memperjuangkan kemerdekaannya dengan jalan musik mereka sendiri.

Perkembangan Musik Indie di Indonesia sendiri ternyata sudah dimulai sejak tahun 70-an dimana ketika itu Guruh Gipsy, Gang Pegangsaan, GodBless dan beberapa musisi lain mempopulerkan semangat kemerdekaan atau indepenen dalam berkarya. Begitu pula dengan media ketika itu. Majalah Aktuil yang terbit kala itu, banyak membantu perkembangan musisi dan musik Indonesia pada era tersebut.

Guruh Gipsy, merupakan salah satu pelopor Musik Indie di Tanah Air di era 70-an (Gambar: https://dennysakrie63.files.wordpress.com)

Pada era 90-an, perkembangan Musik Indie di Tanah Air semakin pesat. Banyak Musisi Indie ketika itu yang menggunakan jalur bawah tanah dengan mengandalkan jaringan mereka dan juga majalah serta buletin guna mempopulerkan musik mereka. Pada tahun 1993, dapat dikatakan merupakan fondasi utama Musik Indie di Indonesia terbangun. Ketika itu, PAS Band meluncurkan album dengan nama “For Through The SAP”. Dan sebanyak 5000 kopi habis ludas diborong masyarakat. Apa yang dilakukan oleh PAS Band ini menjadi inspirasi bagi band-band kala itu, diantaranya Puppen, Pure Saturday dan Waiting Room.

PAS Band merupakan salah satu pelopor dari pergerakan Musik Indie di Indonesia yang membuat para musisi berani berkarya lewat jalur Indie (Gambar: http://www.javarockingland.com)

Berangkat dari Jakarta dan Bandung yang merupakan pusat kelahiran dan perkembangan Musik Indie di Indonesia, beberapa tahun kemudian Musik Indie terus menjalar ke kota-kota lain seperti Yogyakarta, Semarang, Surabaya, bahkan terus menyebar sampai ke Purwokerto, Malang, Bogor dan Salatiga.

Musik indie di Bandung mulai muncul seiring perkembangan musik underground dengan band-band seperti Puppen dan Koil. Kehadiran band Pure Saturday juga memberikan napas baru dalam belantika musik Indie di Bandung sebagai band indie pertama yang tak mengusung aliran musik metal dan pada tahun 1995 mengeluarkan album mereka yang dinamakan “Not A Pup E.P”. Dan selanjutnya Mocca membuat dunia musik indie di Bandung semakin terbang tinggi dengan berhasil menembus 100.000 kopi dalam penjualan kaset mereka.

Mocca menjadi Band yang berhasil membuat musik Indie terbang tinggi saat itu. Album mereka berhasil terjual sebanyak 100.000 copy (Gambar: mymocca.com)

Di Jakarta semarak musik Indie berjalan beriringan dengan hingar bingar musik Britpop di Inggris. Sehingga pada era pertengahan 90-an, musik Indie di Jakarta lebih memliki cenderung memiliki aliran Britpop seperti, Pestol Aer, Planet Bumi dan Rumah Sakit. Baru beberapa tahun setelahnya, aliran Musisi Indie di Jakarta semakin tidak seragam, dan bukan hanya menganut unsur Britpop, Aliran Progresif, seperti twee, jangle, bliss, folk dan sebagainya semakin berkembang semakin lama semakin berkembang di Jakarta. Beberapa band indie yang mengusung varian aliran tersebut antara lain ada, Santa Monica, Belladonna, The Sastro dan Blossom Diary.

Musik Indie di Indonesia semakin berkembang dan mulai ramai menjadi primadona masyarakat Indonesia sejak terbitnya album kompilasi yang memiliki judul “JKT:SKRG”. Album kompilasi ini seolah-olah menjadi penancapan bendera kemerdekaan para Musisi Indie di Indonesia. Nama-nama besar seperti Sore, The Upstairs, The Brandals, Zeke and the Popo dan masih banyak band lainnya, mulai dikenalkan kepada pecinta musik Indonesia melalui album JKT:SKRG ini.

Album kompilasi JKT:SKRG menjadi tanda pengokohan Musik Indie di Indonesia semakin merdu namanya (Gambar: www.allmusic.com)

Kini Musik Indie label bukan lagi menjadi satu gerakan bawah tanah. Mereka sudah muncul ke permukaan bahkan sudah menjadi suatu pohon yang amat kokoh dan banyak para masyarakat yang bersender menikmati nyamannya keteduhan dan merdunya musik Indie Indonesia. Kini variasi Musik Indie di Indonesia semakin berkembang. Animo masyarakat juga terus memuncak menyambut para musisi Indie dengan segala apresiasinya. Kini musik Indie di Indonesia sudah menjadi satu alasan baru bagi masyarakat untuk menikmati musik yang berkualitas dan berkarakter dengan melodi yang memerdukan telinga dengan segala macam rupanya. Hingga membuat masyarakat tidak lagi bosan dengan nuansa lagu yang itu-itu melulu dan merasakan kenyamanan mendengarkan para musisi Indonesia dengan segala musikalitasnya yang luar biasa. Kini, setiap hari musik Indie terus bergaung di suatu sudut kota di Indonesia. Meneriakkan merdunya merdeka dalam berkarya. Dan sudah selaknya kita menikmati dan mengapresiasi karya dari para musisi Indie di Indonesia ini.

https://media.giphy.com/

 

Sumber : Buku Musik Underground Indonesia : Revolusi Musik Indie karya Jube dan sedikit pengetahuan penulis 🙂

 

-bung.jaka

Categories
Etalase
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED