Nusa Tenggara Timur : Kesenian CACI

Kesenian Caci yang mempesona

Tulisan dan Foto oleh Aditia Rianda

____________________________

Indonesia memang negeri yang sangat kaya. Kaya akan destinasi wisata, kaya akan budaya dan kaya akan berbagai macam hal lain yang nggak akan abis kalau diceritain di sini. Dan juga kekayaan Indonesia ini selalu bisa bikin kita bersyukur karena terlahir sebagai orang Indonesia.

Salah satu kekayaan Indonesia yang luar biasa adalah Nusa Tenggara Timur. Destinasi wisata di Flores, Nusa Tenggara Timur itu bukan hanya destinasi alamnya saja loh yang keren. Di Pulau yang terkenal dengan keramahan senyumnya ini ada satu tarian yang juga keren banget. Kesenian ini namanya adalah CACI, yang dalam bahasa Manggarai kata Caci terdiri dari dua suku kata. Yaitu Ca yang berarti satu dan Ci berarti paksa atau memaksa, yang berarti satu lawan satum saling memukul dan menangkis. Tarian Caci ini sendiri kaya dengan adegan pukul-pukulan perang. Walaupun terlihat seperti berantem tetapi tarian Caci ini tidak mementingkan siapa yang menang dan kalah. Karena Caci ini sendiri mempunyai maka, komunikasi antara manusia dengan Tuhan dan para leluhur bagi suku Manggarai. Tuh keren kan Brur? Nah, sebagai generasi penerus bangsa memang sudah seharusnya kita melestarikan kesenian daerah yang sudah hampir punah ini. Sayang banget kan kalau kesenian Indonesia ini sampai punah.

 

 

Tarian Caci ini awalnya merupakan salah satu rangkaian dari upacara Penti. Apa sih upacara Penti itu? Upacara Penti adalah upacara tahun barunya masyarakat Manggarai. Kereeeeeen…  Pada zaman dahulu kesenian Caci merupakan kesenian yang paling ditunggu, karena memang kesenian ini hanya ada pada waktu upacara Penti aja. Tapi pada zaman sekarang ini, karena berbagai keterbatasan, hanya di Wae Rebo saja yang rutin setiap tahunnya melaksanakan upacara Penti ini.

Nah, apa aja sih rangkaian dalam kesenian Caci ini? Pertama, Caci hanya dilakukan sama laki-laki dewasa Manggarai saja, karena banyaknya adegan yang bernuansa pukul-pukulan. Kebayang dong Brur kalau dilakuinnya sama anak kecil? Tetapi zaman sekarang ini, SD-SD di Manggarai banyak yang bikin ekstrakulikuler kesenian ini. Ya intinya sih biar tarian ini terus lestari bagi anak cucu Manggarai. Bukan ngajarin anak kecil yang nggak bener loh.

 

Kesenian ini juga dilakukan oleh beberapa kubu. Maksud kubu disini bukan sebagai lawan, melainkan teman bertanding. Biasanya ada beberapa kubu dalam kesenian ini nih. Karena kesenian Caci ini dilakukan dari pagi sampai sore hari, kebayangkan kalo dimainin cuman berdua, bisa babak belur hehehe..

 

Nah kalau yang dibawah ini nih merupakan salah satu kostum atau pakaian dalam kesenian Caci ini Brur.

Keren banget ya Brur. Nah kalau yang dipakai di kepala itu namanya adalah Panggal yang mewakili lima kepercayaan suku Manggarai. Cambuk yang digunakan itu bernama Koret, tapi kok beda-beda ya cambuknya? Cambuk yang panjang itu digunakan oleh pihak yang menangkis, sementara yang pendek di pakai oleh yang memukul Brur. Koret  ini merupakan simbol dari langit. Selain cambuk, dalam tarian ini juga menggunakan perisai yang namanya adalah Toda,  yang merupakan simbol dari ibu pertiwi. Dalem banget ya maknanya.

Keren banget yaa kesenian ini. Tarian Caci ini dalam bahasa Manggarai dikenal dengan nama Paki  atau memukul. Nah, kalau lo lagi jalan-jalan ke daerah Nusa Tenggara Timur jangan lupa yaaa buat nikmatin wisata budaya ini. Karena selain potensi alamnya yang luar biasa indah, banyak juga wisata budaya yang sayang banget kalau kita lewatin. Di Labuanbajo, ada satu kampung yang sudah terkenal banget soal sanggar tarian ini, nama sanggarnya adalah Riang Tana Tiwa, di desa Cecer, Kecamatan Melo, Manggarai Barat. Kalo lo lagi traveling ke daerah ini, nggak ada salahnya Brur sempetin waktu untuk melihat tarian ini, selain itu kita juga bisa membantu untuk melestarikan tarian ini. Tariannya juga keren dan dijamin nggak akan nyesel deh.

 

Categories
Pelancong Melancong

Orang paling ngasal yang doyan ngoceh
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED