Kalau Kamu Penari, Pasti Tau dan Paham

Enggak cuma gerak, tapi emosi dan mental pun juga ikut serta
sumber : Anggi Shena Permata

Orang melihatmu dibalik gerakanmu di atas panggung, tapi dibalik itu semua, banyak perjuangan yang mesti dilewatin demi menyajikan pertunjukkan yang layak. Nah, sebagai penari, biasanya cerita dibalik layar itu :

1. Bayaran Studio/Iuran

sumber : giphy.com

Yang namanya latihan nari, enggak gampang dan murah. Walaupun kadang (emang) bisa dapet studio yang murah. Tapi biasanya, selesai latihan bendahara atau bagian keuangan tim nari kamu akan,”Eh, iuran-iuran jangan lupa!”. Yang paling bete adalah, ketika studio nari nya udah pewe banget tapi terus tiba-tiba harga naik. Pilihannya antara cari studio lain, atau relain uang jajan kamu.

 

2. Kostum

sumber : Cecil Precilia

sumber : Cecil Precilia

Selain pengeluaran buat studio, biasanya penari juga mengeluarkan uang yang enggak sedikit buat kostumnya. Nah, kalau jadi penari, enggak heran kalau gaya kamu nyentrik, karena kan sayang sepatu boots yang dibeli buat manggung cuma dipake setahun sekali. Jadilah sepatu boots dengan spike tajam kamu pakai juga buat jalan-jalan ke mall malam minggu.

 

3. Make-Up

sumber : Vira Agustina

sumber : Vira Agustina

Biasanya kalau mau manggung penari perempuan heboh pinjam-pinjaman kuas, blush on, ataupun lipstick. Dan yang namanya make up penari di atas panggung itu beda sama make up sehari-hari atau bahkan make up kondangan. Yang namanya penari kalau habis manggung harus pergi ke tempat lain pasti paling males kalo dibilang,”Make up lo kok menor banget sih?” Bok! Yang namanya manggung, penonton liat muka dari jarak 500 meter, jadi udah pasti kalau make up-nya tipis mukanya keliatan pucet.

Nah beda halnya sama penari laki-laki, paling males kalau dibelakang panggung bercandaannya,”Ini enggak mau dimake-up-in juga?”. GA-RING. Udah sering banget itu dijadiin bahan becandaan atau enggak omelan karena emang ternyata harus banget pakai make up.

 

4. Panik di Balik Panggung

sumber : giphy.com

Mungkin biasanya yang paling sering panik itu stage manager. Tapi, biasanya penari juga suka ikut panik. Apalagi kalau harus ganti baju disela-sela tarian. Itu pun kalau kostumnya mudah dilepas, nah kalau kostumnya pakai tali-tali bahkan kadang mesti dipakein peniti ke pakaian dalam karena melorot, gimana? Latihan lepas pakai kostum juga kadang jadi salah satu latihan buat para penari.

 

5. Lupa kanan lupa kiri

sumber : Yuska Lutfi Tuanakotta

sumber : Yuska Lutfi Tuanakotta

1, and 2 and 3 and 4 and kiri, kanan, hap! Nah itungan-itungan kaya gini biasanya suka bikin kita lupa mana arah kanan mana arah kiri. Mana juga kaki kanan mana kaki kiri, apalagi kalau latihan pakai kaca, udah pasti ikutin aja deh sama yang keliatan, enggak tau deh itu kanan atau kiri.

 

6. “AFALIN TERUS!” & “POWERNYA KURANG!”

sumber : Dancewave Center Jakarta

sumber : Dancewave Center Jakarta

Ngafalin koreografi beda sama ngafalin pelajaran. Karena biasanya, kalau udah tinggal 5 menit sebelum manggung, kamu bakal pasang headset terus menari kecil dipojokan sambil inget-inget koreografinya. Semuanya demi pertunjukkan berjalan dengan mulus, kalau kamu lupa pasti merasa bersalah banget karena gerakan seluruh tim jadi tidak terharmonisasikan dengan baik. Belum lagi kalau udah ngos-ngosan tapi pelatih masih bilang kalo powernya kurang, astagaaaaaaaaaa rasanya mau minum minuman energi biar bisa kaya macan powernya.

 

7. “Maju dong! Lo dulu dong! Lo kan anak dance!”

sumber : giphy.com

Biasanya kalau ada acara keluarga, di kantor, kalo disuruh unjuk gigi, biasanya penari disuruh duluan karena anggapannya adalah kalau kamu penari berarti kamu enggak punya urat malu. Padahal untuk menari di atas panggung aja biasanya pake acara komat kamit di pinggir panggung dulu biar enggak lupa gerakan. Needless to say, hanya karena kita penari bukan berarti enggak punya urat malu atau enggak grogian, brur!

 

8. Pose Foto

sumber : Gitcha Chandraswari Heroe

sumber : Gitcha Chandraswari Heroe

Kalau ini mungkin enggak selalu, tapi biasanya, penari kalau mau foto rame-rame posenya udah kaya pose dipanggung, kalau bisa split mungkin foto kondangan pun kamu akan split. Yang penting, he-boh, yang penting kalau foto harus heits!

 

9. Persepsi Orang-Orang

sumber : Kennya Rinonce

sumber : Kennya Rinonce

Menari itu enggak hanya joged-joged buat disawer, menari itu juga luapan emosi loh. Bahkan ada beberapa riset yang menyatakan bahwa dengan menari, beberapa penyakit fisik ataupun mental bisa diterapi. Ketika kita menari itu, walaupun berada di depan ribuan orang, kamu lebih merasakan bahwa kamu menyatu dengan panggung dan menari dengan dunia. Sehingga kadang kamu suka kesel kalau orang bilang nari itu sama dengan joged-joged di klub atau di kondangan. Jelas perjuangan untuk mengingat koreografi aja biasanya bikin kita gila atau bahkan dikira orang gila. Belum lagi dengan persepsi bahwa penari itu ‘bandel’, semua hanya karena biasanya venue tempat kamu harus manggung itu di klub. Yang padahal, abis manggung sih juga pulang kalau enggak duduk-duduk asik sama yang punya hajatan atau bahkan lanjut nari lagi karena buat kamu para penari, enggak perlu supplai apapun buat bisa enerjik.

 

10. Kamu akan selalu menemukan jalan kembali ke panggung

sumber : Karisa Dewi

sumber : Karisa Dewi

Enggak dibolehin sama orang tua, sama suami, pacar yang enggak suka kalau kamu nari, cedera dan alasan-alasan lainnya membuat miris hati. Karena kamu bukan hanya suka bergerak, kamu terjun di dunia ini karena kamu cinta dengan setiap gerakannya dan setiap cerita yang berselimut dibalik setiap gerakan. Kamu meluapkan emosi dan kata-kata yang tidak bisa diucapkan lewat gerakan kamu. Sehingga walaupun kamu enggak dibolehin sama dokter sekalipun, kamu akan selalu menemukan jalan untuk kembali menari dan kembali ke atas panggung untuk menceritakan ceritamu lewat gerakan.

Categories
Dope

Dream writer, your delinquent enemy and devoted lover.
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED