Perempuan dan Kekuatannya

  Masih ingat dengan kisah R.A. Kartini? Setiap kali kita menyerukan kesetaraan gender, khususnya di Indonesia nama itu selalu menjadi “acuan” bagi pergerakan wanita di Indonesia. Beliau memberikan kesempatan...

 

Masih ingat dengan kisah R.A. Kartini? Setiap kali kita menyerukan kesetaraan gender, khususnya di Indonesia nama itu selalu menjadi “acuan” bagi pergerakan wanita di Indonesia. Beliau memberikan kesempatan terhadap perempuan pribumi yang pada masa itu berada pada status sosial terendah untuk melatih keterampilan mereka masing-masing. Dengan demikian, perempuan menyadari hak dan tanggung jawab mereka. Ketika perempuan dibekali pendidikan atau keterampilan, lama kelamaan akan merasa ‘gerah’ dengan duduk manis makan pisang di rumah dan berada pada status sosial terendah. Tapi, kali ini bukan Ibu Kartini saja yang akan kita bahas. Pergerakan mengenai kesetaraan gender dan hak wanita telah menyebar luas di berbagai belahan dunia. Mulai dari politik, ekonomi, hukum, sampai kendaraan umum. Ya, kalau kalian bisa lihat, bahkan wanita punya bagian khusus sendiri di transportasi umum di Jakarta, seperti Kereta Api Komuter atau Busway.

Politik

Kini kita mengenal sebuah Kementrian di dalam badan lembaga kenegaraan Indonesia yang bernama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kita juga mengenal adanya Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang menjadi 1 dari 3 bagian Komnas HAM. Sehingga perempuan sudah memiliki posisi pasti di dalam kelembagaan negara kita ini.

Susi Pudjiastuti (sumber : liputan6.com)

Megawati Soekarno-Putri, Margaret Tatcher, Hillary Clinton, Susi Pudjiastuti, semua merupakan nama-nama perempuan yang punya andil dalam bidang politik. Bagaimana tidak, mereka memiliki kemampuan untuk membuat sebuah perubahan di negaranya masing-masing dengan keahlian masing-masing pula.

Presiden Jokowi, Iriana dan keluarga (sumber : okezone.com)

Michelle dan Barack Obama (sumber : breitbart.com)

Bahkan, bukan hanya mereka yang memiliki jabatan dibidang politik. Kita semua kenal betul nama Michelle Obama, Iriana dan Tien Soeharto. Ya, mereka memiliki satu kesamaan, mereka adalah (dan pernah) menjadi Ibu Negara. Perempuan dibalik layar, perempuan yang selalu tersenyum melambaikan tangan dengan setia di samping suami mereka, Bapak Presiden.

Alm. Soeharto dan Siti Hatinah (sumber : historia.id)

Hillary dan Bill Clinton (sumber : businessinsider.com)

Bahkan sebelum Hillary Clinton memutuskan untuk menyelam di dalam dunia politik, dia sudah pernah menyelupkan kaki terlebih dahulu, yaitu ketika ia mendampingi Bill Clinton, mantan presiden Amerika Serikat. Banyak yang bilang bahwa Hillary Clinton adalah perempuan dibalik kesuksesan Bill Clinton, tak luput kasus Bill Clinton dan Monica Lewinsky yang merebak ke seluruh penjuru Amerika Serikat dan diberitakan di setiap stasiun televisi. Tapi bahkan pada saat kasus itu mencuat ke permukaan, Hillary Clinton tetap setia bersanding di sisi Bill Clinton.

Hukum

sumber : flickr.com

Pada tahun 1979, PBB membentuk Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan atau yang dikenal dengan CEDAW. Konvensi ini menekankan apa saja yang dianggap sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan mempersiapkan segala bentuk aksi untuk mengakhiri diskriminasi tersebut.

CEDAW mendefinisikan diskriminasi terhadap perempuan sebagai segala pembatasan yang dibangun berdasarkan gender dan menyebabkan atau bertujuan untuk menghindari adanya pengakuan terhadap perempuan, status pernikahan yang tidak imbang, kesetaraan gender, kesetaraan dan kebebasan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau bidang lainnya.

Apabila sebuah negara mengakui dan menyetujui CEDAW, negara tersebut mengikatkan diri untuk mencegah dan memberantas segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Selain itu, kalau kita lihat di hukum negara kita sendiri, entah kalian pernah mendengar adanya Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) atau tidak. KUHPer ini merupakan produk hukum peninggalan kaum Belanda di Indonesia. Sampai saat ini, KUHPer masih digunakan sebagai landasan hukum, dan di dalam KUHPer, masih dirasa sebagian bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Khusunya dalam status pernikahan seperti pembagian harta gono gini.

Untungnya, Indonesia mengambil tindakan. Indonesia menciptakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di dalam undang-undang itu, pembagian harta gono gini dianggap lebih setara, lebih adil. Begitu pula dengan produk hukum lainnya yang mengharuskan Indonesia untuk menciptakan hukum yang bersifat lebih adil bagi setiap orang tanpa adanya pembatasan berdasarkan gender.

Ekonomi

sumber : quickmeme.com

Meme yang merupakan ciri khas Oprah ketika ia membawakan acara The Oprah Winfrey Show selalu mengingatkan kita seberapa berpengaruhnya dia tidak hanya sebagai seorang entertainer, tetapi juga sebagai entrepeneur. Oprah memiliki beberapa bisnis seperti majalah O, majalah yang dibangunnya dari dasar.

Sheryl Sandberg (sumber : thedailybeast.com)

Selain Oprah, ada pula Sheryl Sandberg, oleh Forbes ia dinobatkan sebagai peringkat pertama dalam Top 20 World’s Most Powerful Women in Business. Sheryl Sandberg merupakan COO Facebook, sebuah situs sosial media yang meradang di berbagai penjuru dunia.

Kalau kita sebut Wall Street, salah satu pusat perekonomian tersibuk di seluruh dunia, yang ada di benak kita tentunya pria berjas dengan gelas kopi di tangan kiri dan smartphone di tangan kanan. Tapi tidak hanya pria yang merajai perekonomian di Wall Street ataupun di pusat perekonomian lainnya.

Dibalik segelas soda bernama Pepsi, hadir pula Indra Nooyi, seorang perempuan yang tidak pernah absen dari daftar World’s Most Powerful Women in Business sejak tahun 2006.

Indra Nooyi (sumber : makers.com)

Kesuksesan perempuan-perempuan ini untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaannya masing-masing membuktikan bahwa gender tidak mempengaruhi jiwa kepemimpinan seseorang.

Kita bisa lihat perjalanan perempuan semenjak dahulu hingga sekarang, sejak dianggap sebagai objek hingga diakui menjadi subjek. Perempuan punya sejarah, perempuan belajar, dan perempuan beraksi. Perempuan-perempuan ini menunjukkan bahwa titik cerah atas kesetaraan gender sudah tertuai diberbagai bidang dan diberbagai negara. Jadi perempuan-perempuan di luar sana, shout out to you!

sumber : giphy.com

Categories
Meninjau Kembali

Dream writer, your delinquent enemy and devoted lover.
One Comment
  • What A Woman Should Be? | Bujang.net
    29 April 2016 at 11:28 pm
    Leave a Reply

    […] Perempuan dan Kekuatannya […]

  • Leave a Reply

    *

    *

       

    RELATED