Petualangan 3 Hari yang Penuh Arti

Ternyata hanya dengan 3 hari, bisa menjadi pengalaman yang paling berarti

Kali ini gue akan membuat sebuah review film. Emang sih ini bukan film baru dan lagi heboh macem Civil War atau AADC 2. Tapi, gue bakalan nge-review film yang udah cukup lama, yaitu “3 Hari Untuk Selamanya”.

Tapi ada alasan tersendiri buat gue membuat review film ini. Karena buat gue film ini merupakan film Indonesia yang bagus dan mungkin belum banyak masyarakat yang menikmati film ini. Bagi gue sih film ini bagus, dan masih banyak film Indonesia bagus lainnya yang sebenernya cocok banget buat lu semua tonton waktu lagi senggang, salah satunya film ini. Daripada gue tambah bertele-tele, langsung aja deh masuk ke ulasan film versi bung.jaka ini.

 

***

http://milesfilms.net/

Coba deh lu bayangin jalan-jalan ke luar kota sama temen lu atau saudara lu, pastinya seru dan menyenangkan. Banyak kejadian aneh, lucu dan menarik yang selalu bisa lu kenang dan obrolin setiap ketemu sama teman atau saudara lu itu. Dan perjalanan itu terkadang menjadi pengalaman yang paling berarti buat lu.

Kurang lebih plot dari film “3 Hari Untuk Selamanya” tuh kayak gitu. Ada dua orang sepupuan, Yusuf (Nicholas Saputra) dan Ambar (Adinia Wirasti), yang harus melakukan perjalanan dari Jakarta sampai ke Jogjakarta. Awal perjalanan dimulai dari Yusuf yang dipercaya oleh keluarga besarnya untuk bawain piring dan cangkir cantik yang bakal jadi seserahan kakaknya Ambar yang akan menikah di Jogjakarta. Ambar yang seharusnya pergi bersama keluarganya ternyata ketinggalan pesawat dan akhirnya memutuskan untuk ikut dengan Yusuf ke Jogjakarta menggunakan mobil. Nah, perjalanan panjang selama tiga hari itu yang akan membuat penonton menikmati film ini dan memberikan kesan di hati.

Mungkin ada beberapa orang yang bilang, “Ngapain sih orang jalan-jalan doang ditontonin?” atau “Emang nggak bete apa lu cuma ngeliatin orang jalan-jalan?”

Buat gue pribadi sih, film ini menarik dan enak buat ditonton. Karena, pengambilan gambar yang dilakukan oleh Riri Riza sang sutradara dapat menggambarkan suasana jalan yang sebenarnya. Angle yang diambil pun tidak main-main dan malah dapat memperlihatkan pemandangan yang bagus dan real. Seperti, ketika ada adegan di pasar, ramainya dapat tergambarkan. Sawah di kanan kiri jalan. Jalan yang berkelok-kelok pun diperlihatkan dengan jelas melalui film ini. Tidak cuma itu, lokasi yang diambil untuk dijadikan objek menarik pun tidak luput dari mata Riri Riza. Ketika di Sendangsono misalnya. Lokasi itu merupakan tempat berdoa, dan nuansa khidmat dapat tersaji bagi mereka yang menontonnya. Sehingga, penonton sepertinya ikut dalam perjalanan bersama Yusuf dan Ambar walau hanya melalui layar kaca atau layar lebar bioskop. Hal ini pula yang menjadikan film ini menarik dan tidak monoton.

diegochrist.blogspot.com

Ya, tapi emang agak datar sih film ini. Kayak gitu-gitu aja. Jalan-jalan, liat pemandangan di kanan kiri, sampai di Jogja terus udah kelar. Sendangsono cukup membantu agar tidak terlalu datar dengan suasana jalan dan mobil saja. Tapi, selain itu di mobil, perjalanan ini cukup banyak berhentinya juga. Nggak di jalan doang. Contohnya aja pas di Bandung, mereka berhenti dan merasakan suasana kehidupan malam di sana. Selain itu, (kayaknya sih di Tegal) mereka berhenti di pantai buat makan. Hal menarik lain tersaji ketika mereka sedang ada di pantai itu. Ada serombongan penari dan pemain gamelan yang sedang di-sawer oleh para penduduk lokal. Ketika sedang beristirahat itu, Yusuf seperti tersihir dan tidak dapat melepaskan pandangan dari para penari itu. Sampai akhirnya Ambar yang menghentikannya. Nilai magis dapat terasa dan penonton dapat diberikan gambaran bahwa, emang di Indonesia ini, khususnya di Jawa masih banyak hal-hal yang berbau mistik seperti ini.

Selain dari segi pemandangan dan pengambilan gambar serta angle, yang menjadi menarik juga dalam film ini adalah obrolan Yusuf dan Ambar. Mereka mengobrol dengan mengalir dan lancar. Pengemasan dari obrolan itu juga tidak berat dan berbelit-belit, namun dengan ringan dan santai. Tapi sebenarnya memiliki makna yang mendalam. Sepertinya, kita sebagai penonton dapat memberikan nilai plus untuk Sinar Ayu Massie yang sudah membuat script menjadi lebih ringan tapi tetap bermakna “dalem”.

Seperti dalam kata-kata mereka ketika sedang ngobrol santai di dalam mobil. Ambar sempat berkata, “Wets, apa gunanya punya pikiran sendiri, kalau selalu percaya sama pikiran orang lain.” Buat gue quote ini sangat menarik dan tajam. Tapi tetap kata-katanya itu tidak berat dan membingungkan. Kalimat itu dikemas dengan santai dan diucapkan di film ketika dalam suasana santai pula. Penonton diajak untuk berpikir dengan logikanya sendiri dan jangan selalu ikut-ikutan pada jalan pikiran orang lain.

https://nadyawijanarko.files.wordpress.com/

Mungkin, obrolan yang agak sedikit berat itu ketika mereka membahas soal umur-umur yang menjadi penting. Mengapa agak berat, mungkin karena itu obrolan malam dan biasanya malam sudah masuk masa-masa untuk lebih ngobrol lebih serius dan suasana malam juga lebih syahdu. (Ini dari pengalaman pribadi aja sih). Tapi coba deh Brur lu tonton dan mendalami obrolan mereka di adegan waktu mereka ngobrol sambil makan pisang ini. Kerasa banget dalem-nya dan itu mungkin yang bisa menjadi kenangan yang luar biasa dan bisa merubah persepsi mereka soal hidup dan dunia.

Ada juga obrolan ketika di Sendangsono, ketika Ambar galau dan takut akan masa depannya. Ia berujar “Suf, gue takut loh suf gue bukan apa-apa.” Nah, Yusuf membalasnya dengan nada yang santai, “Tapikan hidup soal perjuangan, bukan?” Ini seperti nasihat untuk para penontonnya bahwa tak ada sesuatu yang instan. Semua membuatuhkan perjuangan untuk mendapatkannya. Memang ini diucapkan oleh mereka yang masih berumur 19 tahun. Tapi bukankah anak 19 tahun juga bisa benar dan yang lebih tua bukan selalu yang benar. Bukan?

http://www.wego.co.id/

Selain itu, music scoring dari Float juga membuat film ini semakin enak untuk ditonton. Dari awal sampai akhir musik yang mengiringi film ini terasa cocok dengan situasi yang digambarkan dalam film.

Karakter yang dimainkan oleh Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti sangat kuat dalam penokohannya. Ambar terasa sekali “anak gaulnya” dan “anak zaman sekarangnya”. Seperti, ketika mengobrol kadang diselipkan juga bahasa-bahasa inggris. Dan juga ia seperti sangat higienis dan takut kotor. Tidak hanya itu, Ambar juga memiliki banyak gebetan dan menyukai kehidupan malam. Tapi, dilain sisi ada juga sisi positif Ambar, kalau ia saying keluarga. Hal ini tercermin pada adegan ketika ia berdoa kepada Tuhan (yang disimbolkan dengan Bunda Maria). Dia meminta untuk terus menjaga keluarganya.

Sifat Ambar mungkin terbalik dengan sifat Yusuf. Yusuf kelihatan anak baik-baik. Menerima apa adanya. Dewasa dan juga bijaksana. Tapi tetap ada sisi “badboy” dari Yusuf kalau ia suka ngenganja.

http://www.indonesianfilmcenter.com/

Mungkin itulah nilai negatif dari film ini. Banyak adegan ganja. Ada cara ngelinting, membakar ganja. Adapula adegan meminum minuman beralkohol dan sex bebas. Tapi soal negative dan positif sebenarnya kemabali dari cara penilaian dan persepsi masing-masing. Karena tidak semua yang menurut orang negative di mata orang lain positif atau sebaliknya. Kalau boleh mengutip kata Ambar, “Nggak usah sok jadi hakim moral gitu deeh”.

Yah akhir kata review ini emang bukan dari ekspertnya film. Tapi gue di sini mencoba buat ngasih tau penilaian gue aja tentang film ini. Nyoba-nyoba siapa tau bagus. Kalo kata Yusuf “Yang gagal tuh mereka yang nggak pernah nyoba lagi.”

Ya kurang lebih segitu review film “3 Hari Untuk Selamanya” dari gue. Dan semoga aja pada suka sama tulisan gue ini heheh:). Niatnya sih soalnya gue masih mau buat review-review berbagai film Indonesia yang keren tapi masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat.

Selamat menonton dan menjadi teman bisu seperjalanan Yusuf dan Ambar 😀

cinephilia-cine.blogspot.com

-bung.jaka

8.8
The Good
  • Obrolannya Luar Biasa
  • Music Scoring yang pas
  • Pemilihan Peran
  • Angle
  • Santaaiiii
The Bad
  • Ada beberapa nilai negatif
  • Plot
    8
  • Scoring
    9
  • Wow-Factor
    8
  • Interesting
    10
Categories
Proyektor
No Comment

Leave a Reply

*

*

   

RELATED